MAULID / MAULUD NABI MUHAMMAD 2015 BERTEPATAN DENGAN
12 Rabiul Awal 1436 Hijriyah atau 24 Desember 2015. Alhamdulillah, maulud nabi sebentar lagi datang. Umat Islam kembali diingatkan dengan kelahiran Rasulullah yang mulia. Walau memang mengingat kemuliaan Rasul tidak boleh hanya ketika setiap hari kelahiran saja namun bagi setiap orang yang beriman pastilah akan ada "krentek" dalam hati mereka setiap hari kelahiran beliau datang. Lalu bagaimana pandangan para ulama tentang hukum memperingati maulud nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam ini?
Mari kita baca / simak tulisan dibawah ini dengan hati yang tenang :)
1. Imam Jalaluddin Sayuthi :
"Bahwasanya beliau ditanya orang tentang amal maulud nabi pada bulan rabiul awal, apakah hukumnya menurut syara', apakah pekerjaan itu dipuji atau dicela, apakah si pelaku diberi pahala atau tidak ?
Jawab saya, kata imam Suyuthi: Pokok dari amal maulud itu adalah bahwa manusia berkumpul lalu mereka membaca sekedarnya ayat-ayat al-Quran suci, kemudian membaca kisah-kisah sejarah nabi dan kisah-kisah bagaimana situasinya pada nabi dilahirkan, kemudian mereka makan bersama dan bubar, tidak lebih dari itu. Ibadah macam itu adalah bid'ah hasanah yang diberi pahala mengerjakannya karena dalam amal ibadah itu terdapat suasana membesarkan nabi, Melahirkan kesukaan dan kegembiraan atas lahirnya nabi Muhammad yang mulia (Ianatut thalibin III halaman 363)
2. Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan, Mufti Madzhab Syafi'i di Makkah al-Mukaramah:
"Telah berlaku kebiasaan, bahwa orang apabila mendengar kisah nabi dilahirkan, maka ketika nabi lahir itu mereka berdiri bersama-sama untuk menghormat dan membesarkan nabi. Berdiri ini adalah suatu hal yang mustahsan atau baik, karena dasarnya ialah membesarkan nabi Muhammad dan sesungguhnya telah mengerjakan hal serupa itu banyak dari ulama-ulama ikutan umat." (Ianatut thalibin, juz III, halaman 363)
3. Imam Al-Halabi:
"Telah dikabarkan, bahwa di hadapan imam Subki pada suatu kali berkumpul banyak ulama pada zaman itu. Kemudian salah seorang daripada mereka membaca perkataan Sharshari dalam memuji nabi. Pada ketika itu Imam Subki dan sekalian ulama yang hadir berdiri serempak menghormati nabi." (Ianatut Thalibin juz III, halaman 364).
4. Imam Abu Syamah:
"Suatu hal ang baik ialah apa yang dibuat tiap-tiap tahun bersetuju dengan hari maulud nabi muhammad. Memberi sedekah, membuat kebajikan, melahirkan kegembiraan dan kesenangan, maka hal itu selain berbuat baik bagi fakir miskin, juga mengingatkan kita untuk mengasihi junjungan kita nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam, membesarkan beliau, dan bersyukur kepada Tuhan atas karunia-Nya, yang telah mengirim seorang rasul, yang dirasulkan untuk kebahagiaan seluruh makhluk." (Ianatut Thalibin, Juz III, halaman 364)
Intinya memperingati Maulud Nabi Itu Boleh, dan bahkan mendapatkan pahala apabila menghadirkan rasa cinta, memuliakan Rasulullah dan akibat-akibat lain yang baik.
Jumat, 11 Desember 2015
Maulid Nabi Muhammad SAW
Rabu, 25 November 2015
Manfaat Wudhu Bagi Kesehatan
Apa saja manfaat wudhu bagi kesehatan? Simak selengkapnya.
Salah satu bentuk bersuci yang dianjurkan dalam Islam yaitu berwudhu. Berwudhu tidak hanya dilakukan atau ditunaikan ketika seseorang hendak melakukan ibadah shalat, atau ia hendak memegang al-qur'an dan thawaf saja. Wudhu juga dapat dilakukan kapan saja, baik dalam keadaan berhadas kecil maupun dalam keadaan suci.
Dalam ajaran wudhu terkandung sebuah tujuan dan himah disyari'atkannya wudhu (Maqashid al-syari'ah tabi'ah) yang saat ini telah terbukti kebenarannya. Simak sebagai berikut beberapa manfaatnya:
1.Wudhu sebagai Terapi Akupuntur
Setidaknya paling sedikit ada 493 titik akupuntur yang terkena basuhan air pada saat berwudhu, dimana masing-masing titik apabila dirangsang dapat menstimulir bioenergi yang berguna membangun kesamaan atau keseimbangan di dalam tubuh, sehingga menimbulkan efek terapi.
2.Wudhu menjadikan Pikiran Mudah Berkonsentrasi
Para pakar syaraf (neurologis) telah membuktikan bahwa air wudhu yang mendinginkan ujung-ujung syaraf jari-jari tangan dan jari-jari kaki sangat berguna untuk memantapkan konsentrasi pikiran.
3.Wudhu Menstimulasi Titik Biologis pada Tubuh
Titik biologis mirip dengan titik akupuntur dan efek yang dihasilkan pun sama.
4.Wudhu sebagai Terapi Hydromassage (Pijat Air)
Dalam pengobatan modern dikenal Hydromassage, metoda ini telah lama dikenal oleh Bangsa Mesir, Persia, dan Yunani. Pijat Air banyak dilakukan di pusat perawatan kecantikan, dan ternyata kita dapat melakukannya dirumah dengan berwudhu.
5.Wudhu Mencegah Kanker Kulit
Menurut Mokhtar Salem dalam bukunya "Prayers a Spot for the Body and Soul" menjelaskan bahwa wudhu dapat mencegah kanker kulit. Peremajaan selaput lendir menjadi penting, karena tugasnya adalah menghancurkan kuman,bakteri dan virus, dan dengan wudhu kondisinya akan terjaga baik, sehingga kita akan terbebas dari penyakit kulit termasuk yang paling berbahaya sekalipun yaitu kanker kulit.
6.Wudhu Mencegah Penyakit Pernafasan dan Rongga Hidung
Ada gerakan membasuh air ke dalam hidung membuat hidung jadi bersih sehingga bebas dari penyakit.
7.Wudhu Mencegah Penyakit Ginjal dan Jantung
Jika kulit memiliki tugas zat-zat racun keluar tubuh kita, sesungguhnya ginjal memiliki tugas pembersih racun di bagian organ dalam tubuh kita. Nah..jika tugas pengeluaran zat racun maksimal pada kulit dengan dibantu wudhu, maka otomatis tugas ginjal pun menjadi lebih ringan. Sedangkan jantung menjadi lebih rileks saat terkena air wudhu.
8.Wudhu Membersihkan Kulit dari Bakteri
Menurut ilmu mikrobiologi, 1 cm persegi kulit kita saja ada yang terbuka, maka kulit dapat mudah dihinggapi lebih dari 5 juta bakteri yang bermacam-macam. Nah..dengan wudhu, semua dapat dikurangi.
9.Wudhu Membuat Kulit Wajah Tampak Cerah dan Bercahaya
Untuk wanita yang selalu ingin wajahnya tidak kusam, maka air wudhu solusinya
10.Wudhu Menjaga Kesehatan Mulut dan Gigi
Adanya gerakan kumur-kumur membuat kesehatan gigi dan mulut senantiasa terjaga.
Subhanallah... ya Sahabat Ummi, betapa besar manfaat wudhu bagi tubuh kita, maka tidak ada salahnya kita berusaha menjaga wudhu dalam kondisi apapun, meski kita tidak hendak shalat atau mengaji sekalipun, karena selain akan mendapat pahala tubuh kita pun akan menjadi sehat saat kita rajin berwudhu.
##fatimahzahra##
Jumat, 20 November 2015
Upacara Bendera
PIDATO PEMBINA UPACARA OLEH :
Bapak Syaifuddin Najib, S.Pd.I
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Yang Terhormat Bapak Abdul Hadi, S.Pd.I selaku kepala MTs NU Raudlatus Shibyan.
Yang kami hormati Bapak/Ibu Guru serta Staf Karyawan,
Para Siswa-Siswi sekalian yang berbahagia dan kami banggakan.
Sebagai awal kata, marilah kita senantiasa bersyukur kehadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa, atas perkenan karunia dan ridho-Nya, pada hari ini, Sabtu 21 Nopember 2015 kita dapat menjalankan upacara bendera tanpa halangan suatu apapun. Sholawat dan salam senantiasa kita curahkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW, para pengikutnya yang saleh dan salehah hingga akhir zaman. Anak anakku siswa siswi MTs NU Raudlatus Shibyan yang kami banggakan Kami berdiri di sini selaku Pembina upacara, ada beberap hal amanat upacara yang akan kami sampaikan pada kesempatan upacara kali ini :
1. Menyikapi pelaksanaan upacara hari ini,petugas upacara sudah baik dan mudah-mudahan ini menjadi contoh petugas upacara pada sabtu yang akan datang shingga petugas upacara sabtu depan akan lebih baik. Demikian halnya peserta upacara, kami menilai juga sudah cukup baik, meskipun jika kami mengamati sekilas masih tetap saja ada peserta yang masih kurang khidmat dalam mengikuti upacara, misalnya dalam hal sikap sempurna dan ketika penghormatan bendera. Mudah-mudahan dengan khidmadnya pelaksanaan upacara, akan menambah semangat patriotisme dan nasionalisme kita kepada Negara yang kita cintai Indonesia.
2. Menyikapi penyakit KUBER dan KUDIS (alias kurang kebersihan dan kurang kedisiplinan) di sekolah yang kita cintai, akhir-akhir ini kepedulian para siswa terhadap kebersihan dan semangat kedisiplinan cenderung ada penurunan. Kerbersihan dan kedisiplinan adalah tanggung jawab kita semua. Kenapa kebersihan perlu kita evaluasi? Ini terbukti masih saja ada para siswa yang masih hobby membuang sampah di sembarang tempat; baik di halaman kelas, ruang kelas maupun di dalam laci meja kelas. Terkait dengan kedisiplinan. rambut yang KURAP alias (kurang rapi), membawa kendaraan bermotor dengan tidak berhelm, yang semestinya menurut UU Lalu Lintas seusia siswa SMP belum diperbolehkan membawa kendaraan bermotor.masih kami jumpai juga siswa siswi yang terlambat masuk sekolah, rambut panjang dan semiran, tidak memakai kaos kaki dan ikat pinggang dari madrasah.peci yang di corat coret dan lain sebagainya. Untuk itu pada kesempatan ini kami mengajak kepada peserta upacara mari kita jaga kebersihan sekolah yang kita cintai dan tingkatkan kedisiplinan kita sebagai ciri khas warga sekolah yang kita cintai.
3. Persiapan UAS Gasal 2015, Kebetulan hari ini saya mendapat giliran untuk menjadi pembina upacara. Oleh karena waktunya kurang 11 hari yang dimana pelaksanaan UAS pada hari rabu tanggal 2 desember 2015, Ada beberapa hal yang bisa dipersiapkan oleh siswa agar bisa siap dalam menghadapi Ulangan Akhir Semester (UAS) Gasal 2015 ini diantaranya yaitu :
1. Meningkatkan Belajar, Sebagai seorang siswa yang menghadapi Ulangan Akhir Semester tentunya akan mempersiapkan diri dengan belajar dengan sungguh. Dalam proses ini perlu adanya strategi dalam belajar. Materi yang perlu di hafal, jangan serta merta langsung di hafal. Akan tetapi pahami dulu konsepnya, baca berulang kali baru hafalkan. Jika diperlukan buat tulisan sebagus mungkin yang sulit di hafalkan pada kertas manila. terus tempelkan pada dinding kamar sehingga senantiasa melihat saat masuk ke kamar.
2. Menjaga Kesehatan, Tentunya sangat tidak nyaman ketika menghadapi Ulangan AkhirnSemester sedang dalam keadaan sakit. Ketika hal itu terjadi, siswa tidak konsentrasi belajar dan tidak semangat saat mengerjakan soal. Hasilnya tentu tidak akan optimal. Sebelum sakit, sebaiknya menjaga kondisi kesehatan dengan baik sehingga bisa mencegah sakit dengan cara istirahat yang cukup dan makan makanan yang bergizi (Halal dan Thayib), Apalagi sekarang.musim panca roba.
3. Memperbanyak Berdoa, Doa menjadi senjata setiap manusia dalam menghadapi berbagai hal dalam hidup ini. Dalam berdoa, siswa bisa memohon kepada Allah SWT agar senantiasa diberi kemudahan dalam mengerjakan soal. Selain belajar teratur para siswa juga diharapkan untuk tidak banyak barmain yang tidak ada gunanya apalagi bergadang hingga larut malam,bermain internet, fb, bbm, dan lain sebagainya sampai larut malam.
4. Percaya Diri, Dalam mengerjakan soal nanti siswa jangan suka mencontek atau pada saat ulangan itu hanya mengharapkan bantuan dari teman. Sangat heran sekali anak zaman sekarang ini, ingin nilai bagus tidak mau belajar dengan rajin. Maka dari itu, masih ada kesempatan waktu untuk belajar lebih rajin semoga semua siswa MTs NU Raudlatus Shibyan menjadi siswa-siswi yang berkualitas, shalih-shalihah, cerdas dan berahlaqul karimah yang pas dengan motto kita.Santun Cerdas dan berprestasi Amin ya rabbal’alamin.
Sekian pidato saya semoga bermanfaat bagi kita semua,Amin Yaa Robbal ‘Alamin,
Wallahul Muwafiq Ilaa Aqwamith Thaariq,
Wassalamualaikum wr.wb.
Kamis, 22 Oktober 2015
Amalan, Fadhilah dan Doa di Hari Asyura (10 Muharram)
Amalan, Fadhilah dan Doa di Hari Asyura (10 Muharram)
Ulama mengajarkan berbagai kebajikan di hari asyura diantaranya adalah:
1. Melapangkan nafkah utk anak dan istri=>> fadhilahnya, Allah akan melapangkan org tsb sepanjang tahun itu.
Sunnah membelanjakan hadiah untuk istri dan keluarga di hari asyura, dan para sahabat menjadikan puasa untuk anak-anak mereka yg masih bocah pula, diriwayatkan dalam beberapa hadits pada SHAHIH MUSLIM bahwa sahabat mengumpulkan anak-anak bocah mereka di masjid dan membuatkan mainan mainan untuk mereka, bila mereka menangis karena lapar maka mainan itu diberikan pada mereka untuk melupakan lapar dan hausnya. (SHAHIH MUSLIM).
2. memuliakan fakir miskin.==> fadhilahnya, Allah akan melapangkan alam kuburnya.
3. menahan marah==>fadhilahnya, Allah akan memasukkan ke dalam golongan yg ridha dan diridhai-Nya
4. menunjukkan jalan kebenaran kpd orang-orang tersesat (kalau diskusi dalam Group KTB ini termasuk juga apa gak ya? Hehe..) ==> fadhilahnye, Allah akan menyinarkan cahaya iman dlm hatinya...
5. Mengusap kepala anak yatim.==> fadhilahe inggih meniko Allah badhe maringi kebecikan ing dalemipun suwargo ing kabeh-kabeh rambut ingkang diusapaken (Allah akan menganugerahkan kebaikan di surga atas tiap-tiap rambut yg diusapnya.)
" lindungilah dan sayangilah mereka (anak yatim ) karena jika kamu melindugi dan menyayangi mereka berarti kamu menyayangiku, dan jika kamu menyakiti mereka ( anak yatim ) berarti kamu juga menyakitiku"
diriwayatkan bahwa Rasul saw menyayangi anak2 yatim, dan lebih menyayangi mereka pd hari 10 muharram (Asyura).
6. bersedekah==> fadhilahnya, Allah akan menjauhkan dari siksa neraka sejauh jarak seekor gagak yang terbang tanpa berhenti, dari kecil sehingga ia mati.
Menjamu serta bersedekah pd 10 muharram bukan hanya pd anak yatim tapi keluarga, anak, istri, suami dan orang orang terdekat, karena itu sunnah beliau saw dan pembuka keberkahan hingga setahun penuh. (FAIDHUL QADIR juz 6 hal 235-236).
Diriwayatkan pula bahwa sayyidina Umar ra menjamu tamu dengan jamuan khusus, pada malam 10 muharram (MUSNAD IMAM TABRANI/ TAFSIR IBN KATSIR Juz 3 hal 244)
7. memelihara kehormatan diri==> fadhilahnya, Allah akan mengaruniakan hidup yg senantiasa diterangi cahaya keimanan
8. mandi sunnah==> fadhilahnya, tidak diuji dengan sakit berat pada tahun itu.
9. bercelak==> fadhilahnya, tidak akan sakit mata pd tahun itu.
10. membaca surat Al-ikhlas 1000 kali==> fadhilahnya, Allah akan memandangnya di akhirat dgn pandangan kasih
11. memperbanyak sholat 4 rakaat==> fadhilahnya, Allah akan menghapus dosa2nya.
12. perbanyak baca hasbunallah wani'mal wakil ni'mal mawla wa ni'man nashir==> fadhilahnya, insya Allah tdk akan mati di tahun itu.
13. menjamu org yg berbuka puasa==> fadhilahnya, diberi pahala seperti memberi sekalian org islam berbuka puasa.
14. berpuasa=> fadhilahnya, diberi pahala seribu kali haji, seribu kali umrah, seribu kali syahid, dan diharamkan dari neraka.
Apabila memang amal dan fadhilah tsb tidak mempunyai dasar yg kuat (kecuali berpuasa) sebagian besar ulama menganjurkan, sbg bagian dari fadhailul a'mal . penambah keutamaan beribadah.
Maka, terlepas dari kontroversi mengenai kekuatan hukumnya, pengamalan anjuran2 tersebut dikembalikan pada ketetapan hati pembaca semuanya.
Asyura berasal dari kata ‘asyara, artinya bilangan sepuluh. Secara istilah Puasa ‘Asyura adalah puasa yang dikerjakan pada tanggal 10 Muharram pada Kalender Islam Hijriyah. Untuk tahun 1437 H maka hari ‘Asyura bertepatan dengan 23 Oktober 2015 M,
Sahabat Rasulullah Saw. Abdullah bin Abas ra. meriwayatkan:
Aku tidak pernah mendapati Rasulullah SAW menjaga puasa suatu hari karena keutamaannya dibandingkan hari-hari yang lain kecuali hari ini yaitu hari ‘Asyura dan bulan ini yaitu bulan Ramadhan. (HR Muslim)
Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Abu Qatadah ra., Rasulullah Saw. bersabda:
Puasa di hari ‘Asyura, sungguh saya mengharap kepada Allah bisa menggugurkan dosa setahun yang lalu. (HR Abu Daud)
Menurut Imam Nawawi rahimahullah, dua amalan yang dasar hukumnya kuat yaitu:
1. Puasa 'Asyura dan Tasu'a
2. Meluaskan belanja
Selain dua amalan di atas, dasar hukumnya lemah. Kecuali bersedekah, karena menurut mazhab Maliki hukumnya sunnah. Wallahua'lam.
Doa Pada Hari 'Asyura
Mari manfaatkan momen hari 'Asyura, hari yang penuh keutamaan dan kemuliaan dengan memanjatkan doa.
ﺣَﺴْﺒُﻨَﺎﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﻧِﻌْﻢَ ﺍﻟْﻮَﻛِﻴْﻞُ ﻧِﻌْﻢَ ﺍﻟْﻤَﻮْﻟَﻰ ﻭَﻧِﻌْﻢَ ﺍﻟﻨَّﺼِﻴْﺮُ
ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣِﻞْﺀَﺍﻟْﻤِﻴْﺰَﺍﻥِ ﻭَﻣُﻨْﺘَﻬَﻰ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢِ ﻭَﻣَﺒْﻠَﻎَ ﺍﻟﺮِّﺿَﺎﻭَﺯِﻧَﺔَﺍﻟْﻌَﺮْﺵِ
ﻻَﻣَﻠْﺠَﺄَ ﻭَﻻَﻣَﻨْﺠَﺄَ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍِﻻَّ ﺍِﻟَﻴْﻪِ ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻋَﺪَﺩَﺍﻟﺸَّﻔْﻊِ ﻭَﺍﻟْﻮِﺗْﺮِ
ﻭَﻋَﺪَﺩَﻛَﻠِﻤَﺎﺕِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﺘَّﺎﻣَّﺎﺕِ ﻛُﻠِّﻬَﺎﻧَﺴْﺄَﻟُﻚَ ﺍﻟﺴَّﻼَﻣَﺔَﺑِﺮَﺣْﻤَﺘِﻚَ ﻳَﺎﺍَﺭْﺣَﻢَ ﺍﻟﺮَّﺍﺣِﻤِﻴْﻦَ
ﻭَﻻَﺣَﻮْﻝَ ﻭَﻻَﻗُﻮَّﺓَﺍِﻻَّﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟْﻌَﻠِﻰِّ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴْﻢِ
ﻭَﻫُﻮَﺣَﺴْﺒُﻦَ ﻭَﻧِﻌْﻢَ ﺍﻟْﻮَﻛِﻴْﻞُ ﻧِﻌْﻢَ ﺍﻟْﻤَﻮْﻟَﻰ ﻭَﻧِﻌْﻢَ ﺍﻟﻨَّﺼِﻴْﺮُ
ﻭَﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻟِﻪِ ﻭَﺻَﺤْﺒِﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ
"Hasbunallahu wani'mal wakiilu ni'mal maulaa wani'man nashiiru
Subhanallahi mil-al miizaani wa muntahal 'ilmi wa mablaghar ridhaa wazinatal 'arsyi
Laa malja-a walaa manja-a minallahi illa ilaihi subhaanallahi 'adadasy syaf'ir wal witri
Wa 'adada kalimaatillahittaammaati kulliha nas-alukas salaamata birahmatika yaa arhamar raahimina
Walaa haula walaa quwwata illa billahil 'aliyyil 'azhiimi
Wa huwa hasbuna wa ni'mal wakiilu ni'mal maulaa wa ni'man nashiiru
Wa shallalahu 'alaa sayyidina muhammadin wa 'alaa aalihi washahbihii wasallam"
Artinya:
"Cukuplah Allah menjadi sandaran kami, dan Dia sebaik-baik Pelindung, sebaik-baik kekasih, dan sebaik-baik Penolong. Maha Suci Allah sepenuh timbangan, sesempurna ilmu, sepenuh keridhaan dan timbangan 'arsy. Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari Allah, kecuali hanya kepada-Nya. Maha Suci Allah sebanyak bilangan genap dan ganjil, dan sebanyak kalimat Allah yang sempurna, kami memohon keselamatan dengan rahmat-Mu wahai Dzat Yang Paling Penyayang diantara semua yang penyayang. Dan tiada daya upaya dan kekuatan, kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Dan Dialah yang mencukupi kami, sebaik-baik Pelindung, sebaik-baik kekasih, dan sebaik-baik Penolong. Semoga rahmat dan salam Allah tetap tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad, teriring keluarga dan sahabat beliau."
Rabu, 21 Oktober 2015
Hari Santri Nasional PCNU Kudus
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kudus menggelar apel dan kirab Hari Santri Nasional (HSN)- sebagai wujud rasa syukur menyusul ditetapkanya 22 Oktober sebagai HSN berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) No.22 Tahun 2015.
Apel digelar di alun alun simpang tujuh kudus pukul 07.00 WIB, diikuti 6.000 santri yang terdiri atas PCNU Kudus berikut badan otonom (Banom) dibawahnya. Serta para santri madrasah dan pondok pesantren yang ada di kota kretek.sebagai inspektur.apel adalah H.Sanusi Emha. KETUA PENYELENGGARA.
Panitia pengarah Gebyar HSN Kudus,H. SYAROFI mengutarakan, apel dan kirab ini merupakan upaya mengingatkan kembali bangsa ini akan perjuangan para santri.
Apel dan kirab ini, salah satu tujuannya adalah menghidupkan kembali nilai nilai dan gelora perjuangan para kyai dan santri. Terlebih, Akhir akhir ini ada pihak pihak yang sengaja ingin mengaburkan sejarah perjuangan santri dalam merebut dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ketua panitis Gebyar HSN PCNU Kudus, berharap ditetapkannya 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional akan memperteguh rasa patriotisme dan heroisme di kalangan Santri Nusantara.
Sementara itu kirab HSN melewati alun alun simpang tujuh keselatan melalui PLN kekiri melaju ke Loram sampai ke pasar Doro desa Jepang kemudian ke utara melewati SMA 1 Bae kemudian melalui STAIN Kudus.
Selanjutnya ke utata melalui desa Gondang Manis honggavMA.Miftahul Falah Cendono (Dawe) sampai ketugu Dawe lalu ke barat sampai Sukun Gebog lalu do polsek Gebog kebarat hingga ke Tulis kemudian melalui perempetan Sudimoro dan finishbdi jalan lingkar Klumpit.
Senin, 19 Oktober 2015
Hadits Puasa Tasu'a dan Asyura
Hadits Puasa Tasu'a dan Asyuro
Sunnah Puasa tanggal 9 dan 10 Muharram (Tasu'a dan Asyuro)
ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺹ : ﻟَﺌِﻦْ ﺑَﻘِﻴْﺖُ ﺍِﻟﻰَ ﻗَﺎﺑِﻞٍ ﻻَﺻُﻮْﻣَﻦَّ ﺍﻟﺘَّﺎﺳِﻊَ . ﻣﺴﻠﻢ
Rasulullah SAW Dawuh, kalau aku masih hidup sampai tahun depan, niscaya aku berpuasa hari ke-9 (bulan Muharram)". [HR. Muslim]
ﻋَﻦْ ﺍَﺑِﻰ ﺳَﻌِﻴْﺪِ ﺍْﻟﺨُﺪْﺭِﻱّ ﺭﺽ ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺹ : ﻣَﻦْ ﺻَﺎﻡَ ﻳَﻮْﻡَ ﻋَﺮَﻓَﺔَ ﻏُﻔِﺮَ ﻟَﻪُ ﺳَﻨَﺔٌ ﺍَﻣَﺎﻣَﻪُ ﻭَ ﺳَﻨَﺔٌ ﺧَﻠْﻔَﻪُ . ﻭَ ﻣَﻦْ ﺻَﺎﻡَ ﻋَﺎﺷُﻮْﺭَﺍﺀَ ﻏُﻔِﺮَ ﻟَﻪُ ﺳَﻨَﺔٌ . ﺍﻟﻄﺒﺮﺍﻧﻰ ﻓﻰ ﺍﻻﻭﺳﻂ ﺑﺎﺳﻨﺎﺩ ﺣﺴﻦ
Dari Abu Sa’id Al-Khudriy RA, ia berkata : Rasulullah SAW Dawuh Barangsiapa yang berpuasa ‘Arafah, diampuni baginya (dosanya) setahun yang lalu dan setahun berikutnya. Dan barangsiapa yang berpuasa ‘Asyura(hari ke 10 bln Asyuro)diampuni baginya (dosanya) satu tahun”. [HR. Thabrani, di dalam Al-Ausath dengan sanad hasan]
Minggu, 11 Oktober 2015
Asbabul Wurud Resolusi Jihad NU 1945
Melacak Asbabul Wurud Resolusi Jihad NU 1945, Perjuangan Santri yang Sering Dilupakan
Sebelum pecah perang Revolusi yang berpuncak pada peristiwa 10 Nopember 1945, Rais Akbar Nahdlatul Ulama (NU) Hadlratussyaikh KH Hasyim Asy'ari mengeluarkan Fatwa Jihad. Itulah Resolusi Jihad NU yang dikeluarkan pada 22 Oktober 1945. Bagaimana kisah para ulama NU dan kaum santri di balik peristiwa besar yang mengawali perang di Surabaya itu? Lalu pertimbangan apa hingga Bung Tomo meneriakkan "Allahu Akbar" berulang-ulang?
PERAN dan perjuangan para ulama, khususnya di lingkungan pesantren dan Nahdlatul Ulama (NU), dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, tak bisa diabaikan apalagi dihapuskan, meski penulisan sejarah resmi sangat minim mengungkap peran tersebut, bahkan cenderung menghapuskannya. Kalau pun menyebut, sekadar singgungan tanpa secara jelas mencantumkan ketokohan ulama atau kiai pesantren yang dimaksud.
Sejak zaman penjajahan Belanda, sejumlah nama bisa diketengahkan berperan aktif dalam perjuangan. Seperti Rais Akbar NU Hadlratussyaikh Hasyim Asy'ari, KH Wahab Chasbullah (selain tokoh NU, juga pendiri Majelis Islam 'Ala Indonesia, 1937), KH Machfudz Siddiq (Jember), KH Ma'shum (Lasem), dll. Mereka lebih banyak melakukan perjuangan diplomasi lewat organisasi dan mengiringi proses pembentukan watak dan karakter bangsa (nation and character building).
Bila perjuangan dimaknai sebagai "mengangkat senjata" bisa dilacak lewat perlawanan KH Zainal Mustafa dari Pesantren Sukamanah (Ketua PCNU Tasikmalaya) pada tahun 1944. Perlawanan ini sebenarnya sebagai prolog dari perlawanan di daerah lain, Cirebon, Cianjur, hingga Blitar atau yang terkenal dengan Pemberontakan Supriyadi Blitar. Juga peran KH Abbas di Cirebon (ayahanda KH Abdullah Abbas) dalam melawan Jepang dan KH Ruchiyat (ayahanda KH Ilyas Ruchiyat, mantan Rais Aam PBNU), yang pesantrennya pernah diberondong Belanda pada masa revolusi.
Pada masa-masa Jepang, aktivitas persiapan perang sudah dilakukan. Bagi kalangan pesantren telah dikenal adanya Laskar Hizbullah (kader-kader pesantren) dan Laskar Sabilillah (para kiai dan ulama). Mereka dilatih di Cibarusah, dekat Bogor sejak 1943. Dari mereka inilah, ketika mempertahankan kemerdekaan 1945-1949 (revolusi) mereka tampil menjadi komandan pasukan. Seperti KH Masjkur (dari Singosari, ayah mertua KH Tolchah Hasan) dan KH Zainul Arifin sebagai pemimpin Laskar Sabilillah. Sedang di Laskar Hizbullah terdapat nama KH M. Hasyim Latief (pendiri YPM Sepanjang) dan KH Munasir Ali (Sekjen PBNU).
Perjuangan di Daerah
Dalam persiapan kemerdekaan Indonesia, tokoh NU yang langsung terlibat dalam pelbagai perjuangan, antara lain KH Wahid Hasyim dan KH Masjkur. Mereka adalah founding fathers (Bapak Pendiri) negeri ini, 17 Agustus 1945, bersama Soekarno, Hatta, Sjahrir, H Agus Salim. Dalam deretan ini, dari Muhammadiyah terdapat KH Kahar Muzakkir dan KH Mas Mansur.
Di luar semua itu, kerap perjuangan para kiai dan ulama di daerah-daerah yang mengangkat senjata, dilupakan. Di sejumlah daerah, para kiai bahu-membahu dalam melakukan perjuangan mempertahankan kemerdekaan 17 Agustus 1945, ketika pasukan Belanda berusaha menjajah kembali Tanah Air kita.
Para pelaku sejarah kita telah tiada, seperti KH Masjkur (Singosari), KH Wahid Hasyim, KH M Hasyim Lathief (Sepanjang), KH Munasir Ali (Mojokerto), KH Sholeh Iskandar (sekitar Bogor), KH Ilyas (Lumajang). Yang bisa dilakukan bagi generasi Nahdliyin adalah mempelajari sekaligus mewarisi semangat mereka dalam lini perjuangan, sesuai bidang masing-masing, tetapi dalam kerangka untuk mengembangkan dan memperjuangkan NU.
Sebelum meletusnya perang 10 November 1945 di Surabaya, didahului dengan Resolusi Jihad NU tertanggal 22 Oktober 1945, yang ditandatangani Hadlaratussyaikh KH Hasyim Asy�ari. Intinya menekankan fatwa perjuangan melawan Belanda merupakan jihad fisabilillah yang wajib dilakukan kaum muslimin. Sayangnya, perjuangan ulama dan kaum santri ini kerap dilupakan orang. Juga dalam penulisan sejarah nasional Indonesia.
Diambil dari Harian Umum Duta Masyarakat
Kamis, 08 Oktober 2015
Kenapa kita JAMIYYAH TAHLILAN...?
Dari Padukuhanku.......
Tahlil Itu Penting dan Wajib
Ritual tahlil memang tidak dituntunkan oleh Rasulullah saw, maka ia memang bukan satu bentuk ibadah mahdhah, bukan ibadah khusus. Ritual tahlil ini sekedar amalan baik yang memiliki keutamaan dan faedah. Bila faedah dari amalan tahlil ini dapat menghantarkan warga untuk tergerak menjalankan syariat-syariat wajib, bahkan lalu menjadi sarana utama dan pertama juga agar warga tergerak; bukankah bila ditinjau dari strategi dakwah ini dapat dianggap penting bahkan wajib ? Sebagai sarana ?
Tahlil itu penting dan wajib.
Ilustrasi....kang najib
Tadi malam saya hadir di kumpulan tahlil di tempat Kang Marjono. Padukuhan Si A ini memiliki kelembagaan berupa kumpulan tahlil yang biasa diselenggarakan setiap selapan (= 35 hari) sekali, yaitu tiap malam Jum’at Pahing Periode selapan kali ini, diundur seminggu karena masih hari-hari Idul Fitri, setelah selapan sebelumnya libur Ramadhan. Sudah puluhan tahun acara latihan tahlil selapanan ini berlangsung, yang dulu muncul lahirnya justru atas inisiatif spontanitas dan antusiasme warga awam sendiri yang menghendakinya. Dulu sebelumnya, untuk acara slametan memperingati tiga hari, tujuh, empat puluh, seratus hari, setahun, dua tahun dan seribu hari meninggalnya anggota kerabat; masih biasa mengundang ‘santri’ dari padukuhan lain yang lebih ‘santri’. Karena merasa butuh untuk mencukupi kebutuhan kerabat sendiri itulah yang setahu saya mendorong antusiasme warga untuk menyelenggarakan kumpulan tahlil. Untuk mencukupi kebutuhan penghormatan atas arwah kerabat yang sudah meninggal dan ritual doa bersama memohonkan ampunan atas mereka dari para tetangga dan kerabat terdekat.
Ritual tradisi mengadakan doa bersama atas arwah anggota keluarga itu menjadi satu kebutuhan yang akhirnya nyatanya menjadi faktor pengikat kebersamaan dan rasa memiliki atas ajaran agama. Saya tidak dapat membayangkan bilamana faktor pengikat ini justru tidak ada atau bahkan sengaja ditentang dan mau dihilangkan. Tentu faktor pengikat itu menjadi tercerai-berai dan warga tidak memiliki kebersamaan lagi. Sebagian besar warga setahu saya belum/tidak biasa melakukan shalat lima waktu, mereka juga tidak terbiasa mengaji dan mengkaji ajaran agama. Paling tidak, dengan ber-tahlil ini mereka masih memiliki ikatan identitas bahwa agama mereka itu adalah masih atau sudah Islam. Dengan ber-tahlil ini pula mereka paling tidak sekali dalam 35 hari mereka membaca dan mengucapkan kalimah-kalimah thoyibah, ucapan-ucapan yang mereka tidak sempat ucap karena sehari-hari telah tersita untuk membanting tulang mencukupi kebutuhan hidup mempertahankan nyawa diri dan anak-istri. Paling tidak selapan sekali mereka ingat bahwa mereka nanti akan mati.
Karena Kang Marjono adalah Ketua Takmir Masjid kini dan terutama sudah berbelas tahun juga yang menangani ‘kepanitiaan’ kumpulan tahlil ini, maka hampir semua bapak-bapak warga sini hadir. Ikatan kebersamaan warga desa muncul di saat seperti ini. Rasa ingin
guyub juga solidaritas warga masih kental untuk hal kemasyarakatan. Bapak-bapak ini jelas memandang bahwa kumpulan tahlil ini adalah event yang sangat perlu mereka hadiri atau kurang pantas atau ‘beresiko’ bila mereka tinggalkan. Rukun-guyub adalah hal satu nilai yang masih dijaga dipepundhi oleh warga desa. Mereka masing-masing ingin terlihat hadir terlibat ikut-serta di acara pertemuan ini. Sebagaimana mereka ikut kerja-bakti juga terdorong oleh rasa takut agar tidak terkena sanksi sosial bila tidak hadir, maka kehadiran mereka di acara latihan tahlil ini juga begitu. Bagi warga desa, sanksi sosial adalah kutukan yang mengerikan dari sesama warga masyarakat sendiri. Tuduhan dianggap tidak mau berukun-rukun itu saja sudah merupakan tuduhan serius yang membikin pusing.
Saya kira bapak-bapak ini juga sudah senang dapat ikut (latihan) tahlil ini. Mau beragama atau tidak beragama bukankah sesungguhnya juga hak masing-masing mereka sendiri yang berwenang menentukannya ? Masih mending mereka mau beragama. Apakah dengan beragama dapat menjamin mereka menjadi lebih sejahtera ? Dengan ikut tahlilan mereka merasa senang sudah dianggap bagian dari orang Islam. Dengan begitu cantuman agama di kolom KTP mereka ada buktinya sedikit. Dengan ber-tahlil mereka merasa guyub dalam kebersamaan sebagai orang Islam, meski saat Ramadhan kemarin mereka sebagian besar tidak pernah ikut tarawih di masjid. Bagaimana mereka mau ikut tarawih kalau bagaimana tata-cara bershalat saja mereka tidak tahu ? Bagaimana pula mereka dapat tahu tata-cara ber-shalat kalau mereka memang tidak mau ? Lha wong memang tidak mau kok disuruh belajar. Lalu, misalkan pasal 29 UUD 45 mau ditambahi dengan kalimat “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”, apakah itu lalu menjamin bahwa mereka terus mau shalat ? Shalat dengan paksaan dari negara ? Mau shalat atas paksaan dari negara ? Lalu polisi-polisi mau dikerahkan untuk menangkapi warga-warga masyarakat yang ber-KTP Islam yang tidak mau shalat ?
Maka di sinilah maka tahlilan ini menjadi penting bahkan mungkin wajib.
Mashlahah mursalah. Maa laa yatimmul wajiibu illa bihi, fa huwa wajiibun. Tasharraful imam manutun ‘alaa ra’iyatihi. Begitu kaidah-kaidah fikih yang saya tahu karena sering dipopulerkan oleh Gus Dur. Saya sering ikut kegiatan Pemuda Muhammadiyah, namun gemar mempelajari, juga mengikuti kaidah-kaidah fikih yang banyak dimiliki oleh orang-orang NU.
Saya ingin banyak belajar kaidah-kaidah fikih dari orang NU karena saya rasa itu sangat perlu, serta saya menyadari dan mengakui bahwa saudara-saudara NU lebih banyak yang paham tentang kaidah fikih. Saya juga ingin mempelajari kitab-kitab karya ulama klasik dari saudara-saudara NU, karena saya tahu mereka lebih banyak yang menguasai ilmunya.
Tahlil itu penting. Demikian itu pula yang saya sampaikan pada kultum di kumpulan tahlil tadi malam. Bukankah kalimat tahlil “Laa ilaaha illallah” itu adalah Tauhid inti ajaran Islam? Maka hakikat tahlil adalah untuk selalu mengingatkan semua orang Islam ini bahwa: “Tidak ada yang pantas disembah dan diper-Tuhan-kan selain daripada Tuhan (Allah) itu sendiri” Itulah modal utama dan pertama bagi orang Islam untuk menghadapi Mati.
Ritual tahlil memang tidak dituntunkan oleh Rasulullah saw, maka ia memang bukan satu bentuk ibadah mahdhah, bukan ibadah khusus. Ritual tahlil ini sekedar amalan baik yang memiliki keutamaan dan faedah. Bila faedah dari amalan tahlil ini dapat menghantarkan warga untuk tergerak menjalankan syariat-syariat wajib, bahkan lalu menjadi sarana utama dan pertama juga agar warga tergerak; apakah bila ditinjau dari strategi dakwah ini tidak dapat dianggap penting bahkan wajib ? Sebagai sarana ?
Tahlil itu penting dan wajib.
-o0o-
Jumat, 02 Oktober 2015
Keutamaan Bulan Muharram dan Hari Asyura
Keutamaan Bulan Muharram dan Hari Asyura
Muharram adalah bulan di mana umat Islam mengawali tahun kalender Hijriah berdasarkan peredaran bulan. Muharram menjadi salah satu dari empat bulan suci yang tersebut dalam Al-Quran. "Jumlah bulan menurut Allah adalah dua belas bulan, tersebut dalam Kitab Allah
pada hari Dia menciptakan langit dan bumi. Di antara kedua belas bulan itu ada empat bulan yang disucikan."
Keempat bulan itu adalah,
Zulqaidah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab . Semua ahli tafsir Al-Quran sepakat dengan hal ini karena Rasululullah Saw dalam haji kesempatan haji terakhirnya
mendeklarasikan, "Satu tahun terdiri dari dua belas bulan, empat di antaranya adalah bulan suci. Tiga di antaranya berurutan yaitu Zulqaidah, Zulhijjah, Muharram dan ke empat adalah bulan Rajab."
Selain keempat bulan khusus itu, bukan berarti bulan-bulan lainnya tidak memiliki keutamaan, karena masih ada bulan Ramadhan yang diakui sebagai bulan paling suci dalam satu satu tahun. Keempat bulan tersebut secara khusus disebut bulan-bulan yang disucikan karena ada
alasan-alasan khusus pula, bahkan para penganut paganisme di Makkah mengakui keempat bulan tersebut disucikan.
Pada dasarnya setiap bulan adalah sama satu dengan yang lainnya dan tidak ada perbedaan dalam kesuciannya dibandingkan dengan bulan- bulan lain. Ketika Allah Swt memilih bulan khusus untuk menurunkan rahmatnya, maka Allah Swt lah yang memiliki kebesaran itu atas
kehendakNya.
Keutamaan Bulan Muharram
Nabi Muhammad Saw bersabda, "Ibadah puasa yang paling baik setelah puasa Ramadan adalah berpuasa di bulan Muharram."
Meski puasa di bulan Muharram bukan puasa wajib, tapi mereka yang berpuasa pada bulan Muharram akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah Swt. Khususnya pada tanggal 10 Muharram yang dikenal dengan hari 'Asyura.
Ibnu Abbas mengatakan, ketika Nabi Muhammad Saw hijrah dari Makkah ke Madinah, beliau menjumpai orang-orang Yahudi di Madinah biasa berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Menurut orang-orang Yahudi itu, tanggal 10 Muharram bertepatan dengan hari ketika Nabi Musa dan
pengikutnya diselamatkan dari kejaran bala tentara Firaun dengan melewati Laut Merah, sementara Firaun dan tentaranya tewas tenggelam.
Mendengar hal ini, Nabi Muhammad Saw mengatakan, "Kami lebih dekat hubungannya dengan Musa daripada kalian" dan langsung menyarankan agar umat Islam berpuasa pada hari 'Asyura. Bahkan dalam sejumlah tradisi umat Islam, pada awalnya berpuasa pada hari 'Asyura
diwajibkan. Kemudian, puasa bulan Ramadhan-lah yang diwajibkan sementara puasa pada hari 'Asyura disunahkan.
Dikisahkan bahwa Aisyah mengatakan, "Ketika Rasullullah tiba di Madinah, ia berpuasa pada hari 'Asyura dan memerintahkan umatnya untuk berpuasa. Tapi ketika puasa bulan Ramadhan menjadi puasa wajib, kewajiban berpuasa itu dibatasi pada bulan Ramadhan saja dan
kewajiban puasa pada hari 'Asyura dihilangkan. Umat Islam boleh berpuasa pada hari itu jika dia mau atau boleh juga tidak berpuasa, jika ia mau." Namun, Rasulullah Saw biasa berpuasa pada hari 'Asyura bahkan setelah melaksanakan puasa wajib di bulan Ramadhan.
Abdullah Ibn Mas'ud mengatakan, "Nabi Muhammad lebih memilih berpuasa pada hari 'Asyura dibandingkan hari lainnya dan lebih memilih berpuasa Ramadhan dibandingkan puasa 'Asyura." (HR Bukhari dan Muslim). Pendek kata, disebutkan dalam sejumlah hadist bahwa puasa di hari 'Asyura hukumnya sunnah.
Beberapa hadits menyarankan agar puasa hari 'Asyura diikuti oleh puasa satu hari sebelum atau sesudah puasa hari 'Asyura. Alasannya, seperti diungkapkan oleh Nabi Muhammad Saw, orang Yahudi hanya berpuasa pada hari 'Asyura saja dan Rasulullah ingin membedakan puasa umat Islam dengan puasa orang Yahudi. Oleh sebab itu ia menyarankan umat Islam berpuasa pada hari 'Asyura ditambah puasa satu hari sebelumnya atau satu hari sesudahnya (tanggal 9 dan 10 Muharram atau tanggal 10 dan 11 Muharram).
Selain berpuasa, umat Islam disarankan untuk banyak bersedekah dan menyediakan lebih banyak makanan untuk keluarganya pada 10 Muharram. Tradisi ini memang tidak disebutkan dalam hadist, namun ulama seperti Baihaqi dan Ibnu Hibban menyatakan bahwa hal itu boleh
dilakukan.
Legenda dan Mitos Hari 'Asyura
Meski demikian banyak legenda dari salah pengertian yang terjadi di kalangan umat Islam menyangkut hari 'Asyura, meskipun tidak ada sumber otentiknya dalam Islam. Beberapa hal yang masih menjadi keyakinan di kalangan umat Islam adalah legenda bahwa pada hari'Asyura Nabi Adam diciptakan, pada hari 'Asyura Nabi Ibrahim dilahirkan, pada hari 'Asyura Allah Swt menerima tobat Nabi Ibrahim, pada hari 'Asyura Kiamat akan terjadi dan siapa yang mandi pada
hari 'Asyura diyakini tidak akan mudah terkena penyakit. Semua legenda itu sama sekali tidak ada dasarnya dalam Islam. Begitu juga dengan keyakinan bahwa disunnahkan bagi mereka untuk menyiapkan makanan khusus untuk hari 'Asyura.
Sejumlah umat Islam mengaitkan kesucian hari 'Asyura dengan kematian cucu Nabi Muhmmad Saw, Husain saat berperang melawan tentara Suriah. Kematian Husain memang salah satu peristiwa tragis dalam sejarah Islam. Namun kesucian hari 'Asyura tidak bisa dikaitkan dengan
peristiwa ini dengan alasan yang sederhana bahwa kesucian hari 'Asyura sudah ditegakkan sejak zaman Nabi Muhammad Saw jauh sebelum kelahiran Sayidina Husain. Sebaliknya, adalah kemuliaan bagi Husain yang kematiannya dalam pertempuran itu bersamaan dengan
hari 'Asyura.
Anggapan-anggapan yang salah lainnya tentang bulan Muharram adalah kepercayaan bahwa bulan Muharram adalah bulan yang tidak membawa keberuntungan, karena Husain terbunuh pada bulan itu. Akibat adanya anggapan yang salah ini, banyak umat Islam yang tidak melaksanakan pernikahan pada bulan Muharram dan melakukan upacara khusus sebagai
tanda ikut berduka atas tewasnya Husain dalam peperangan di Karbala, apalagi disertai dengan ritual merobek-robek baju atau memukuli dada sendiri.
Nabi Muhammad sangat melarang umatnya melakukan upacara duka karena meninggalnya seseorang dengan cara seperti itu, karena tindakan itu adalah warisan orang-orang pada zaman jahiliyah.
Rasulullah bersabda, "Bukanlah termasuk umatku yang memukuli dadanya, merobek bajunya dan menangis seperti orang-orang pada zaman jahiliyah."
Bulan Pengampunan Dosa
Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam sistem kalender Islam. Kata Muharram artinya 'dilarang'. Sebelum datangnya ajaran Islam, bulan Muharram sudah dikenal sebagai bulan suci dan pada bulan ini dilarang untuk melakukan hal-hal seperti peperangan dan pertumpahan
darah.
Seperti sudah disinggung di atas, bahwa bulan Muharram banyak memiliki keistimewaan. Khususnya pada tanggal 10 Muharram. Beberapa kemuliaan tanggal 10 Muharram antara lain Allah Swt akan mengampuni dosa-dosa setahun sebelumnya dan setahun ke depan.
Cara Belajar Efektif dan Cepat di Sekolah dan Rumah
Cara Belajar Efektif dan Cepat di Sekolah dan Rumah
Belajar merupakan hal yang wajib dilakukan oleh para pelajar dan mahasiswa. Belajar pada umumnya dilakukan di sekolah ketika jam pelajaran berlangsung dibimbing oleh Bapak atau Ibu Guru. Belajar yang baik juga dilakukan di rumah baik dengan maupun tanpa pr / pekerjaan rumah. Belajar yang dilakukan secara terburu-buru akibat dikejar-kejar waktu memiliki dampak yang tidak baik.
Berikut ini adalah tips dan triks yang dapat menjadi masukan berharga dalam
mempersiapkan diri dalam menghadapi ulangan atau ujian :
Belajar kelompok dapat menjadi kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan karena ditemani oleh teman dan berada di rumah sendiri sehingga dapat lebih santai. Namun sebaiknya tetap didampingi oleh orang dewasa seperti kakak, paman, bibi atau orang tua agar belajar tidak berubah menjadi bermain. Belajar kelompok ada baiknya mengajak teman yang pandai dan rajin belajar agar yang tidak pandai jadi ketularan pintar. Dalam belajar kelompok kegiatannya adalah membahas pelajaran yang belum dipahami oleh semua atau sebagian kelompok belajar baik yang sudah dijelaskan guru maupun belum dijelaskan guru.
Bagian-bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau buku kecil yang dapat dibawa kemana-mana sehingga dapat dibaca di mana pun kita berada. Namun catatan tersebut jangan dijadikan media mencontek karena dapat merugikan kita sendiri.
Untuk mencapai suatu tujuan biasanya diiringi oleh rencana yang baik. Oleh karena itu ada baiknya kita membuat rencana belajar dan rencana pencapaian nilai untuk mengetahui apakah kegiatan belajar yang kita lakukan telah maksimal atau perlu ditingkatkan. Sesuaikan target pencapaian dengan kemampuan yang kita miliki. Jangan menargetkan yang yang nomor satu jika saat ini kita masih di luar 10 besar di kelas. Buat rencana belajar yang diprioritaskan pada mata pelajaran yang lemah. Buatlah jadwal belajar yang baik.
Apabila kita telah membuat jadwal belajar maka harus dijalankan dengan baik. Contohnya seperti belajar tepat waktu dan serius tidak sambil main-main dengan konsentrasi penuh. Jika waktu makan, mandi, ibadah, dan sebagainya telah tiba maka jangan ditunda-tunda lagi. Lanjutkan belajar setelah melakukan kegiatan tersebut jika waktu belajar belum usai. Bermain dengan teman atau game dapat merusak konsentrasi belajar. Sebaiknya kegiatan bermain juga dijadwalkan dengan waktu yang cukup panjang namun tidak melelahkan jika dilakukan sebelum waktu belajar. Jika bermain video game sebaiknya pilih game yang mendidik dan tidak menimbulkan rasa penasaran yang tinggi ataupun rasa kekesalan yang tinggi jika kalah.
Jika ada hal yang belum jelas, maka tanyakan kepada guru, teman atau orang tua. Jika kita bertanya biasanya kita akan ingat jawabannya. Jika bertanya, bertanyalah secukupnya dan jangan bersifat menguji orang yang kita tanya. Tawarkanlah pada teman untuk bertanya kepada kita hal-hal yang belum dia pahami. Semakin banyak ditanya maka kita dapat semakin ingat dengan jawaban dan apabila kita juga tidak tahu jawaban yang benar, maka kita dapat membahasnya bersama-sama dengan teman. Selain itu
Ketika belajar di kelas dengarkan dan catat apa yang guru jelaskan. Catat yang penting karena bisa saja hal tersebut tidak ada di buku dan nanti akan keluar saat ulangan atau ujian. Ketika waktu luang baca kembali catatan yang telah dibuat tadi dan hapalkan sambil dimengerti. Jika kita sudah merasa mantap dengan suatu pelajaran maka ujilah diri sendiri dengan soal-soal. Setelah soal dikerjakan periksa jawaban dengan kunci jawaban. Pelajari kembali soal-soal yang salah dijawab.
Jika waktu ujian atau ulangan sudah dekat biasanya kita akan panik jika belum siap. Jalan pintas yang sering dilakukan oleh pelajar yang belum siap adalah dengan belajar hingga larut malam / begadang atau membuat contekan. Sebaiknya ketika akan ujian tetap tidur tepat waktu karena jika bergadang semalaman akan membawa dampak yang buruk bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak.
Hindari mencontek ketika sedang mengerjakan soal ulangan atau ujian. Mencontek dapat membuat sifat kita curang dan pembohong. Kebohongan bagaimanapun juga tidak dapat ditutup-tutupi terus-menerus dan cenderung untuk melakukan kebohongan selanjutnya untuk menutupi kebohongan selanjutnya. Anggaplah dengan nyontek pasti akan ketahuan guru dan memiliki masa depan sebagai penjahat apabila kita melakukan kecurangan.
Semoga tips Cara Belajar Efektif dan Cepat di Sekolah dan Rumah dapat berguna
8 Kiat Sukses Belajar
Menjadi cerdas dan jenius tidak hanya karena faktor keturunan dan sudah ada sejak lahir. Sebenarnya cerdas dan jenius juga bisa diciptakan. Jadi, apabila anda atau anak anda memiliki kesulitan belajar atau kesulitan dalam memahami sesuatu, jangan khawatir karena anda bisa
menjadi jenius .
Ini bukanlah rahasia menjadi jenius . Ini hanya sebuah tips sederhana bagaimana rahasia sukses dalam belajar, namun akan memberikan manfaat yang luar biasa jika anda mengikuti tips ini. Ok, langsung saja inilah cara sukses belajar
dan jenius dalam belajar :
1.Belajar sambil memahami
Belajarlah sambil memahami pelajaran yang ada. Jangan menghapalkan pelajaran, tetapi memahami pelajaran. Dengan lebih memahami pelajaran, Anda akan jauh lebih mudah dalam belajar di banding dengan menghapal. Fahami setiap pelajaran. Selama ini kita dipaksa untuk menghapal persis seperti di buku, padahal itu jelas mengurangi kreatifitas kita.
2.Memperbanyak membaca
Semua orang juga tahu kalau membaca akan membuat anda pintar. Kita jadi pintar karena memperbanyak membaca. Perbanyaklah membaca. Mulailah membaca buku-buku yang berkaitan dengan pelajaran anda atau hobi anda.
3.Mencatat Pokok-pokok pelajaran
Carilah pokok-pokok dari pelajaran dan catat. Mencari pokok pelajaran lebih penting daripada harus mempelajari semuanya. Jangan buat anda membuang banyak waktu untuk mempelajari semua pelajaran.
4.Menghapal kata-kata kunci
Anda sudah mencatat pokok-pokok pelajaran. Kemudiaan carilah kata-kata kunci dari pokok-pokok pelajaran tersebut dan kemudian hapalkan kata-kata kuncinya. Tentu anda tidak perlu mempelajari semua pelajaran
5.Memilih waktu belajar yang tepat
Dalam belajar biasanya orang nyaman belajar pada waktu tertentu. Jadi, carilah waktu belajar yang cocok yang sesuai dengan anda. Setiap orang akan berbeda dalam memilih waktu belajarnya.
6.Membangun suasana belajar yang nyaman
Selain memilih waktu yang tepat. Anda juga bisa memilih suasana tertentu untuk belajar. Suasana belajar yang nyaman sangat mempengaruhi kelancaran belajar anda.
7.Mengembangkan materi yang sudah dipelajari
Kembangkanlah materi yang sudah dipelajari. Ini bisa membuat anda menjadi kreatif.
8.Membentuk kelompok belajar
Bentuklah kelompok belajar. Dengan membentuk kelompok belajar, anda bisa berdiskusi dan ini bisa membuat anda lebih cerdas dalam belajar.