Putri yang satu ini dikelas dikenal temannya sangat grapyak dan bersahabat, di lahirkan di kudus di desa purworejo bae dari seorang ibu yang menjadi guru mengajar di MTs Raudlatus Shibyan peganjaran. Derida atau dipanggil Rida ini mengikuti cabang seni pencak silat wiraloka salah satu kontingen putri terbaik yang di delegasikan dari madrasah ini untuk ikut PORSEMA 2017.PENCAK SILAT adalah salah satu Eskul wajib di MTs NU Rashib yang memang mendidik anak berjiwa ksatria dengan tujuan memperkenalkan jurus seni budaya yang asli milik NU yaitu PS PAGAR NUSA membentengi Para ulama, kyai dan NKRI.
Dalam cabang wiraloka ini ananda Rida mempraktekkan jurus jurus Pagar Nusa di hadapan dewan juri dengan gaya yang seperti pendekar dlam film film lengan dan kakinya bergerak dan menggetarkan bumi. memang dia ingin menunjukkan bahwa Wanita juga bisa silat dan bisa juara apalagi saya mampu dan bisa mengharumkan nama baik Madrasah kami.
Pelatih Subir menjelaskan bahwa dari atlit yang nanti ikut di porsema salah satunya dari putra itu labib mumtaza dan putri Derrida ini sudah uji kelayakan untuk bisa ikut.karena tidak mudah dan harus ikut seleksi.
Dalam sejarah PORSEMA wilayah jateng 4 kali, kabupaten kudus jadi juara umum dan termasuk penyumbang emas terbanyak dari cabang seni dan olahraga pencak silat pagar nusa yang bisa mngharumkan kudus pada tingkat wilayah jawa tengah, ujar ketua LP. Ma'arif Kudus waktu Konferensi Pers tadi pagi di SMA NU Al Ma'ruf Kudus.
semoga nanti di jepara PORSEMA tingkat wilayah kudus harus juara umum lagi.
#rashibnews
Sabtu, 18 Februari 2017
Kontingen Putri MTs Raudlatus Shibyan ikut kejuaraan Seni Wiraloka Pencak Silat Pagar Nusa PORSEMA 2017
Tim Futsal MTs NU Raudlatus Shibyan ikut perempat Final PORSEMA 2017 Kudus
Kudus, 18 Februari 2017, Tim futsal MTs Raudlatus Shibyan (El Rashib) melaju selangkah menuju perempat final melawan MTs NU TBS Kudus besuk. Dalam laga pertandingan yang merebutkan juara 1 cabang futsal PORSEMA tingkat kabupaten ini kali pertama pada tahun 2017 diadakan,memang sebelumnya 2 tahun kemarin tidak ada dalam cabang ini, tutur ketua pelaksana PORSEMA Ridwan.
Pertandingan yang diadakan di United Stadium Jl.lingkar Peganjaran menjadi saksi munculnya pemain handal dari tingkat MTs ini yang digelar tadi pagi sampai siang menghasilkan pertandingan yang spektakuler, apalagi cabang ini memang banyak diminati pelajar. salah satu yang ikut adalah dari Klub El Rashib MTs NU Peganjaran yang berhasil selangkah lagi menuju ke babak final besuk Ahad 19 februari 2017 melawan MTS TBS Kudus.
Achsin selaku pendamping official merasa bangga karena anak anak bisa bertanding dengan semangat dan bisa mengalahkan 2 tim lainnya yaitu dari MTs NU Wahid Hasyim Salafiyah dengan skor 5-1 dan yang kedua melawan MTS NU Miftahul Ulum skornya 3-1. harapannya besuk dalam pertndingan bisa dapat juara 1.
Zakaria pemain sekaligus kapten tim Futsal EL Rashib ini menyumbangkan banyak gol dari 2 pertandingan, dia sangat puas dengan hasil yang diperolehnya, beda dengan pemain yang satu ini Febri mengaku belum puas karena ingin menyumbangkn banyak lagi gol, apalagi nanti di laga pertandingan besuk ahad,19.2.2017 di united stadium El Rashib bisa juara. Memang tim El Rashib ini sebelumnya beberapa hari sudah latihan fisik diarena lapangan futsal, jadi dalam pertandingan nanti bisa maksimal,terlatih dan teruji.ujar beliu Abdul Manan selaku Waka.Sis
#rashibnews (najibazza)
Rabu, 14 September 2016
BAHAGIA BERBAGI SAAT QURBAN 1437 H
Kudus, Peganjaran (15/9) Puluhan guru dan staf karyawan beserta ratusan siswa siswi MA NU RAUDLATUS SHIBYAN sejak pagi sudah bersiap bertugas sebagai tim penyembelihan dan pembagian daging qurban.
Mulai pukul 06.00 WIB proses penyembelihan hewan qurban sudah berlangsung. Para bapak guru didampingi tim pemotong hewan ternak menyembelih hewan qurban, satu per satu. Ada pula bapak guru dibantu oleh siswa serta tukang bolang yang menguliti sekaligus membersihkan kotoran hewan qurban tersebut. Dan khusus untuk ibu guru dan siswi, mereka bergotong royong memotong daging serta mengemas kedalam kemasan pembagian daging qurban.
Bagi sebagian siswa yang hadir, memotong daging hewan qurban kemudian mengemasnya untuk dibagikan merupakan hal yang baru. Namun, walau disertai rasa geli mereka tetap saja bersedia membantu bapak dan ibu guru. “Kalo gulai daging kambing sih udah biasa. Tapi kalo pegang daging kambing yang baru dipotong begini, jarang banget kan.. setahun sekali aja belum tentu.” Ujar Taqiyuddin siswa asal Lamongan Jatim yang menuntut ilmu di sini, saat sedang membantu mengemas daging qurban di MANU RAUDLATUS SHIBYAN.
Insya Allah daging qurban tersebut akan diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan di sekitar Madrasah. Semoga Idul Adha kali ini menjadi momen untuk meningkatkan kepedulian kita kepada sesama, serta meningkatkan ketaatan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebelum penyembelihan Sekitar pukul 07.00 acara dimulai dengan sambutan oleh ketua panitia yaitu, Ustadz Syaifuddin Zuhri, S.Pd.I Kemudian dilanjutkan dengan penyembelihan kambing qurban.
Ada 3 kambing Qurban yang disembelih pada tahun 1437 H ini.2 hewan Qurban dari Bapak Agus Suntoro dan Bapak Syaifuddin Zuhri kemudian yang 1 shodaqoh biasa, Setelah proses menguliti selesai maka semua siswa berkumpul dengan kelompok mentoringnya untuk ikut memotong daging dan memisahkan daging dari tulang dengan pisau yang telah mereka bawa dari rumah. Daging dipotong sesuai ukuran sebelum dibagikan ke masyarakat sekitar. Begitupun untuk tulang juga dipotong untuk dibagikan bersama daging. Menurut Fanny Fahrida kelas X.1 dia sangat senang bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini,sebagai pembelajaran Fikih, berbeda dengan siswa yang satu ini Zaki Mubarrok, bahkan jika dibolehkan dia ingin menyembelih Kambing qurban. Namun hari ini dia bisa ikut menguliti salah satu kambing. Ada lagi Alex Tony kelas IX.2 yang begitu menikmati dalam memotong tulang agar sesuai ukuran yang pantas sebelum dibagikan.
Setelah selesai dengan pemotongan kemudian daging ditimbang dan dimasukan ke dalam plastik yang sudah disediakan. Sekitar pukul 11.00 WIB siswa mulai memberesi peralatan masing – masing sedangkan pengurus OSIS membagikan daging ke masyarakat sekitar yang kurang mampu, dan Siswa siswi, guru beserta pengurus Madrasah, M.Syaifuddin salah satu pengurus OSIS merasa bahagia bisa berbagi daging qurban dengan masyarakat sekitar, meski di sekolah dia di tahun ini yang pertama kali.
Begitu pula penerima daging qurban tersirat kebahagiaan di wajahnya sebab di hari raya idul adha bisa ikut merasakan masakan daging qurban.
Ustadz Wafik Chairi, SE selaku kepala Madrasah berharap melalui acara ini tidak hanya menjadi seremonial penyembelihan qurban semata namun juga bisa mengenalkan syariat qurban secara langsung kepada semua siswa selain juga menumbuhkan kebiasaan berbagi dengan masyarakat sekitar yang kurang mampu. (15/9).
Jumat, 26 Agustus 2016
Doa 17 AGUSTUS 2016
Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillahi rabbil aalamin
Hamdan Syakirin, Hamdan yuafii niamah wayukaafi maziidah
Yaa robbana lakal khamdu kama yambaghii lijalaali wajhikal kariim waadziimi sulthoonik.
Allahumma sholli wasallim ‘ala sayyidina mukhammadin wa’ala alihi washohbihi ajma’in
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih
Dengan penuh kerendahan hati, kami seluruh bangsa Indonesia memanjatkan syukur kehadirat-Mu, atas berkat rahmat-Mu Pada hari ini kami seluruh bangsa Indonesia memperingati Hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 71. Berikanlah kami kedewasan kehidupan berpolitik, dan berdemokrasi. Mudahkanlah kami dalam bekerja dan menumbuhkan budaya kerja dalam percepatan pembangunan nasional, agar tercipta bangsa yang mandiri, bersatu, aman, adil dan sejahtera.
Ya Allah, Tuhan Yang maha Penyayang
Di hari-hari ini, kami menghadapi beragam ujian berat mulai dari alam yang kurang bersahabat, Musim yang tidak menentu, harga kebutuhan pokok yang masih tinggi, ekonomi yang belum pulih, . Berikanlah kami kedewasan kehidupan berpolitik, dan berdemokrasi. Mudahkanlah kami dalam bekerja dan menumbuhkan budaya kerja dalam percepatan pembangunan nasional, agar tercipta bangsa yang mandiri, bersatu, aman, adil dan sejahtera.
Ya Allah, Tuhan Yang maha bijaksana.
Masih jauh perjalanan sejarah bangsa kami, karenanya hindarkanlah bangsa dan Negara kami dari marabahaya, fitnah antar Suku, Agama, Ras dan Antargolongan yang dapat memecah belah kesatuan bangsa. Mantapkanlah tekad kami untuk membangun bangsa dan Negara kami dengan Kerja Nyata, agar menjadi bangsa yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, adil, makmur dan sejahtera.
Ya Allah, Tuhan Maha Pemersatu
Jadikanlah peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ini sebagai momentum merekatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa kami. Jauhkanlah bangsa kami dari perselisihan dan perpecahan. Limpahkanlah karunia-Mu, baik yang datang dari langit maupun dari bumi.
Ya Allah, Tuhan yang Maha Pengampun
Ampunilah dosa dosa kami, dosa kedua orang tua kami, dosa para pemimpin kami juga dosa para pahlawan pejuang kami, terimalah amal perjuangan mereka, karena Engkau Maha Pengampun lagi Maha mengetahui.
Ya Allah, Tuhan yang maha Pengasih dan Penyayang.
Kabulkanlah permohonan dan doa kami, hanya kepada-Mu lah kami mohon pertolongan.
Robbana aatinaa fiddunyaa khasanah, wafil aakhiroti khasanah waqinaa ‘adzaaban naar.
Wa adzkhilanaa ma’al abroori yaa aziizu Yaa ghoffaru yaa robbal ‘alamiin.
Subkhaana robbika robbil ‘izzati ‘amma yasifuun wasalaamun ‘alal mursaliin wal khamdu lillaahi robbil ‘aalamin
Upacara Bendera PPL STAIN KUDUS
Kudus, 27/8/2016
Upacara yang diselenggarakan oleh MTs NU Raudlatus Shibyan ini beda dengan hari hari lainnya,karena pada kesempatan ini sekligus upacara terakhir PPL STAIN KUDUS 2016, mereka di terjunkan untuk praktik di madrasah ini tanggal 25 juli s/d 31 Agustus 2016 sejumlah 12 orang yaitu 4 putra dan 8 putri,dalam sambutannya yang dibawakan salah satu peserta PPL, FITA NOOR ISTIQLALIYAH berpesan kepada siswa siswi untuk menghormati bapak ibu guru dan melaksanakan tugas yang diberiknnya, menyayangi dan tolong menolong sesama teman temanya. Tetap belajar yang rajin dan giat disiplin waktu berangkat sekolah agar tidak terlambat yang nantinya akan menjadi anak sholih sholikhah.
Di Akhir sambutannya berterima kasih kepada Kepala sekolah dan guru diberikan waktu sebulan untuk bisa menimba ilmu dan prakrtik di MTs.semoga akan terjalin harmonis pihak STAIN dan MTs.
Jumat, 19 Agustus 2016
Tontowi dan Santri NU
Tontowi dan Santri NU
Juara Dunia dalam Olimpiade Bergengsi
==================
Oleh M Abdullah Badri
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Muhadjir Efendi boleh berbangga menyatakan kalau terpilihnya dia sebagai menteri karena Muhammadiyah tempat ia berorganisasi lebih unggul dalam pendidikan. Tapi dia tidak boleh nyinyir dengan prestasi nyata lembaga pendidikan milik Nahdlatul Ulama’ (NU) yang senyatanya lebih bisa dikabarkan.
Pasalnya, dalam Olimpiade, even olahraga bergengsi di dunia itu, pemuda lulusan SMK Ma’arif NU Selandaka, Sumpiuh, Banyumas bernama Tontowi Ahmad (28) berhasil mengembalikan tradisi perolehan emas dalam olahraga bulutangkis setelah sekian tahun kandas.
Bersama pasangan timnya Liliana Natsir, Tontowi yang pernah nyantri di Queen Al-Falah, Ploso Kediri itu mengibarkan bendera merah putih di Rio de Janeiro, pada Rabu (17/08/2016) malam, bersamaan dengan semarak jutaan santri di Nusantara yang gegap gempita merayakan Hari Kemerdekaan RI ke-71 di masing-masing pondok mereka, lengkap tanpa mengubah kostum khas santri lakinya sarung, jubah, surban, kopiah, jilbab dan sandal.
Heroisme santri di dalam negeri tersambung dengan meluapnya kebanggaan anak negeri ketika Tontowi dinyatakan menang melawan rivalnya dari Malaysia. Asal tahu saja, sebelum Owi –panggilan Tontowi,- berlaga, broadcast kiriman doa kepadanya sempat viral di grup-grup santri, baik Facebook maupun WhatsApp.
Owi pernah nyantri sekitar tahun 2000. Karena itulah Owi pantas didoakan oleh komunitas muslimin pesantren. Kedua orang tuanya pun aktivis NU di daerah. Tercatat, ibunya yang bernama Nyai Masruroh adalah Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Sumpiuh. Sementara, ayahnya Kiai Muhammad Husni Muzaitun adalah Ketua Pengurus Ranting (NU) Desa Selandaka, Sumpiuh, Banyumas, Jawa Tengah.
Owi, santri yang pada tahun 2005 pernah tergabung dalam Persatuan Bulutangkis (PB) Djarum di Kudus ini, kata orang tuanya, memang suka dengan bulutangkis sejak kecil. Dorongan menjadi atlit kian mudah karena ayahnya juga hobi main bulutangkis.
Olimpiade Matematika
Sama hebatnya dengan prestasi Owi adalah santri-santri didikan lembaga pendidikan NU di Jepara. Dua siswa dari Yayasan Pendidikan NU (YPNU) Mathalibul Huda, Mlonggo, Jepara juga menjadi juara dalam Olimpiade di Singapura. Bukan olahraga, namun matematika.
Dalam ajang bergengsi bernama Singapore International Mathematic Olympiad Challenge (Simoc) pada 12-15 Agutus 2016, Anisa Hayati, siswa kelas X MA NU Mathalibul Huda menyabet 2 medali emas kategori individu, kelompok dan best over all. Adik kelasnya di kelas IX MTs NU Mathalibul Huda bernama Dedi Wahyudi juga meraih medali parak (kelompok) dan perunggu (individu).
Selain dari Mathalibul Huda, santri Jepara yang menang dalam kompetisi tingkat Benua Asia itu ada yang berasal dari SDUT Bumi Kartini. Mereka adalah Izzati Kayla Anandita, Raihan Yusfi Zamroni (juara harapan/ kelompok) dan Ahmad Maulana Malik Ibrahim (medali perunggu/ individu). Barus kelas 5 tapi prestasinya menggila.
Nama-nama santri di atas adalah sosok yang menginspirasi anak negeri. Ini membuktikan bahwa santri itu poros ilmuan dan intelektual yang tidak pas jika disebut hanya bisa tahlilan, burdahan, maulidan, ratiban, manaqiban, ziarah, yasinan, dan segala bentuk amaliyah yang disebut kalangan salafi-wahabi sebagai bid’ah, syirik dan biang kemunduran.
Islam yang berkemajuan itu jika mendapat nikmat lekas bersyukur, sebagaimana dilakukan oleh orang tua Owi sesaat setelah dikabarkan menang olimpiade. Kabar prestasi dan kemenangan, bagi santri, adalah bagian dari tahadduts bin nikmat (saling menebar nikmat).
Artinya, nikmat dalam syukur itu tidak terselip pesan sombong atas asumsi dirinya sendiri yang lebih tinggi dari lainnya. Jika tidak demikian, kalangan santri menyebutnya dengan istilah “setan berbentuk manusia”.
Dalam bahasa guru besar saya, KH Ma’mun Ahmad Kudus, orang seperti itu ibarat “kesandung roto kebentus awang-awang” (tersandung datar, terbentur udara). Dia tidak merasa bersalah kepada orang lain, padahal, orang lain sudah merasakan akibat kesalahannya.
Dari sini, para santri telah terbukti banyak menginspirasi negeri. Ini belum saya lanjut pembahasan bagaimana para kiai-santri tanpa pamrih berjuang, berkorban harta, nyawa dan lainnya untuk memerdekakan negeri.
Tapi di ujung sana, masih ada saja yang mengharamkan hormat bendera, menyebut Pancasila tidak relevan, menuduh Indonesia negara thaghut, kafir dan halal pemimpinnya dibunuh, hingga pada 17-an kemarin, tidak ada suara dari mereka mengibarkan bendera merah putih. Bahkan mempertanyakan kemerdekaan Indonesia. Ah.
*santri Tasywiquth Thullab, Kudus
Kamis, 18 Agustus 2016
Pengajian Selapanan Jumat Legi
Kudus,19/8/2016
Pendidikan karakter siswa dalam pengbembangan diri inilah yang menjadi tolak ukur anak didalam dunia pendidikan sekarang ini,apalagi seusia MTs.
Kegiatan rutinan pengajian selapanan jumat legi adalah salah satunya.mereka diajarkan bagaimana dalam pelaksanaan pengajian ini bisa sukses baik dan teratur sesuai urutan acara.
Memang di MTs NU Raudlatus Shibyan ini ada Ekstra Dawah Training, dimana siswa di ajarkan MC,Qiroatil Quran,Sholawat Albarjanji/Dziba',Tahlil dan doa,serta Pidato.
Target dan Tujuan kegiatan ini untuk selalu bertaqwa kepad Alloh SWT dan menjalankan Amaliah NU dalam sehari hari,selain itu melatih mental dan psikis anak agar mereka terlatih nantinya di tengah tengah masyarakat dan siap jadi generasi penerus Aswaja An Nahdliyyah.
Dengan motto kami SANTRI, SANTUN, CERDAS DAN BERPRESTASI.
===rashibnews.